Pengertian Cerita Fiksi, Struktur, Tujuan, Kaidah dan Unsur-unsurnya LENGKAP !

44 views

Pengertian Cerita Fiksi – Sebuah karangan dibedakan menjadi karangan fiksi dan non fiksi. Apa yang membedakan karangan atau cerita fiksi dan non fiksi ? Bagaimana struktur, kaidah serta unsur-unsurnya karangan fiksi ? Jika sobat tidak memahami materi ini, alangkah baiknya kita belajar bersama-sama tentang pengertian cerita fiksi lengkap !

Pengertian Cerita Fiksi dan unsur unsur cerita fiksi

Pengertian Cerita Fiksi

Pengertian teks cerita fiksi adalah sebuah karya sastra yang berisi cerita rekaan atau didasari dengan angan-angan (fantasi) dan bukan berdasarkan kejadian nyata, hanya berdasarkan imajinasi pengarang.

Imajinasi pengarang sendiri diolah berdasarkan pengalaman, wawasan, pandangan, tafsiran, kecendikiaan, penilaian nya terhadap berbagai peristiwa, baik peristiwa nyata maupun peristiwa hasil rekaan semata.

Dapat kita simpulkan bahwa cerita fiksi merupakan cerita rekaan atau didasari dengan fantasi atau angan-angan dan bukan didasarkan atas kejadian nyata.

Jenis-jenis Cerita Fiksi

Cerita fiksi digolongkan menjadi 3 jenis saja yakni :

Novel

Novel merupakan sebuah karya fiksi prosa yang yang tertulis dan naratif .

Cerpen

Cerpen atau cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktf yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya.

Roman

Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.

Ciri Ciri Cerita Fiksi

Cerita fiksi memiliki ciri-ciri yang amat jelas dan mudah difahami yakni :

Sifatnya adalah rekaan atau cenderung mewujudkan imajinasi dari pengarangnya.

Dalam cerita fiksi ada kebenaran yang relatif dan tidak mutlak.

Fiksi umumnya memakai bahasa dengan sifat konotatif dan bukan sebenarnya.

Cerita fiksi tidak ada sistematika baku di dalamnya.

Unsur-Unsur Cerita Fiksi

Unsur pembangun cerita fiksi yakni dari unsur intrinsik dan dari unsur ekstrinsik.

Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik dalam cerita fiksi diantaranya adalah :

Tema

Tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks.

Tokoh

Tokoh merupakan pelaku dalam karya sastra. Karya sastra dari segi peranan dibagi menjadi 2, yakni tokoh utama dan tokoh tambahan.

Alur/Plot

Unsur intrinsik selanjutnya adalah alur atau plot. Alur atau plot merupakan suatu rangkaian cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan peristiwa yang lain.

Konflik

Konflik merupakan kejadian yang tergolong penting, merupakan sebuah unsur yang sangat.diperlukan dalam mengembangkan plot.

Klimaks

Unsur intrinsik selanjutnya adalah klimaks yakni ketika sebuah konflik telah mencapai tingkat intensitas tertinggi, dan saat itu merupakan sebuah yang tidak dapat dihindari.

Latar

Latar adalah tempat, waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

Amanat

Amanat yakni pemecahan yang diberikan pengarang terhadap persoalan di dalam sebuah karya sastra.

Sudut pandang

Sudut pandang yakni cara pandang pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca.

Penokohan

Penokohan adalah teknik atau cara-cara menampilkan tokoh.

  • Kesatuan
  • Logika
  • Penafsiran
  • Gaya

Unsur Ekstrinsik

Selain unsur intrinsik terdapat unsur pembangun karya sastra yang berasal dari luar atau yang disebut dengan unsur ekstrinsik. Untuk unsur ekstrinsik cerita fiksi sendiri terdiri dari :

  • Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap.
  • Keyakinan.
  • Pandangan hidup yang keseluruhan itu akan mempengaruhi karya yang ditulisnya.
  • Psikologi yakni baik yang berupa psikologi pengarang seperti ekonomi, politik, dan sosial juga akan mempengaruhi karya sastra.
  • Pandangan hidup suatu bangsa.
  • Berbagai karya seni yang lain, dan sebagainya.

Struktur Teks Cerita Fiksi

Salah satu jenis cerita fiksi adalah cerpen, apabila sobat sudah memahami struktur cerpen maka sobat sudah memahami struktur cerita fiksi karena memiliki unsur yang sama. Unsur cerita fiksi sendiri terdiri dari 6 unsur yakni :

Abstrak

Abstrak merupakan bagian yang opsional, artinya bagian abtrak ini boleh ada dan boleh tidak. Bagian abstrak menjadi inti dari sebuah teks cerita fiksi.

Orientasi

Struktur selanjutnya adalah orientasi yakni bagian yang berisi tentang pengenalan tema, latar belakang tema serta tokoh-tokoh yang biasanya ada didalam novel. Terletak pada bagian awal dan menjadi penjelasan dari teks cerita fiksi dalam novel.

Komplikasi

Bagian ketiga adalah komplikasi, merupakan klimaks dari teks cerita fiksi karena pada bagian ini mulai muncul berbagai permasalahan, biasanya komplikasi disebuah novel menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca.

Evaluasi

Evaluasi merupakan struktur cerita fiksi yang merupakan bagian dalam teks naskah novel yang berisi munculnya pembahasan pemecahan atau pun penyelesaian masalah.

Resolusi

Resolusi, adalah bagian yang berisi inti pemecahan masalah dari masalah-masalah yang dialami tokoh utama.

Koda (reorientasi)

Struktur yang ke lima adalah koda atau reorientasi. Reorientasi ini berisi amanat dan juga pesan moral positif yang bisa dipetik dari sebuah naskah teks cerita fiksi.

Namun, tidak menutup kemungkinan teks cerita fiksi di novel hanya mempunyai struktur berupa evaluasi, orientasi, resolusi dan komplikasi.

Kaidah Kebahasaan

Kaidah kebahasaan yang membedakan teks cerita fiksi dengan beberapa teks lainnya adalah :

Metafora

Metafora merupakan kaidah kebahasaan yang cirinya seperti perumpamaan yang sering digunakan untuk membandingkan sebuah benda atau menggambarkan secara langsung atas dasar sifat yang sama.

Metonimia

Kaidah kebahasaan yang kedua adalah metonimia yang merupakan gaya bahasa yang digunakan, kata-kata tertentu dipakai sebagai pengganti kata yang sebenarnya, namun penggunaan nya hanya pada kata yang memiliki pertalian yang begitu dekat.

Simile

Simile atau persamaan merupakan kaidah kebahasaan yang digunakan sebagai perbanding yang bersifat eksplisit dengan maksud menyatakan sesuatu hal dengan hal lainnya. Misalnya: seumpama, selayaknya, laksana.

Baca juga :

Demikian informasi mengenai pengertian cerita fiksi yang dapat kami berikan. Semoga apa yang Ilmudefinisi.com bagikan ini dapat membuka wawasan para pembaca. Simak terus artikel pendidikan lainnya yang akan kami bagikan esok hari. 🙂 Semangat belajar ! Semangat Ujian !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *