Pengertian Desentralisasi, Sentralisasi, Dekonsentrasi TERLENGKAP !

27 views

Salam jumpa sobat Ilmudefinisi.com , pada hari ini mimin akan mengajak sobat untuk membahas pengertian Desentralisasi, Sentralisasi dan Dekonsentrasi lengkap dengan asas dan tujuannya !

Pengertian Desentralisasi dan Contohnya

Pengertian Desentralisasi

Pengertian desentralisasi adalah penyerahan kebijakan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah supaya mengatur rumah tangganya sendiri, namun tidak untuk semua hal, keamanan, hukum dan kebijakan merupakan beberapa hal yang masih terpusat namun tetap ada pendelegasian kepada daerah.

Pengertian Desentralisasi Menurut Para Ahli

Para ahli telah mendefinisikan desentralisasi sebagai berikut :

Henry Maddick (1963)

Pengertian desentralisasi menurut Henry Maddick adalah penyerahan kekuasaan secara hukum untuk dapat menangani bidang-bidang atau fungsi-fungsi tertentu kepada daerah otonom.

Irawan Soejipto

Irawan Soejipto mendefinisikan desentralisasi sebagai pelimpahan kewenangan pemerintah kepada pihak lain untuk dilaksanakan. Soejito mengatakan bahwa desentralisasi merupakan suatu sistem yang digunakan dalam bidang pemerintahan merupakan kebalikan dari sentralisasi.

Jha S.N dan Mathur P.C

Definisi desentralisasi adalah pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat dengan cara dekonsentrasi pendelegasian kantor wilayah atau dengan devolusi kepada pejabat daerah atau badan-badan daerah.

Koesoemahatmadja, R. D. H. (Raden Djenal Hoesen)

Koesoemahatmadja, R. D. H menyatakan bahwa terdapat dua bentuk desentralisasi, yaitu dekonsentrasi dan desentralisasi ketatanegaraan atau desentralisasi politik.

Prof. Dr. J. Salusu

Pengertian desentralisasi merupakan kewenangan yang relatif besar, terutama dalam membuat berbagai keputusan penting, yang didelegasikan dari organisasi ke tingkat bawah secara luas melalui mata rantai komando.

Patrick Sills

Sedangkan menurut Patrick Sills definisi desentralisasi adalah penyerahan wewenang dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi kepada pemerintah yang lebih rendah, baik yang menyangkut bidang legislatif, yudikatif atau administratif.

Pengertian Desentralisasi Menurut UU Nomor 5 Tahun 1974

Pengertian Desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintah dari pusat kepada daerah. Pelimpahan wewenang kepada Pemerintahan Daerah, semata- mata untuk mencapai suatu pemerintahan yang efisien. Pelimpahan wewenang tersebut menghasilkan otonomi. Otonomi itu sendiri adalah kebebasan masyarakat yang tinggal di daerahnya itu sendiri untuk mengatur dan mengurus kepentingannya sendiri.

Dapat disimpulkan bahwa desentralisasi pelimpahan atau pemberian kewenangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah

Bentuk aplikasi Desentralisasi dalam sebuah negara disebut Otonomi. Otonomi merupakan kewenangan dan tanggung jawab jadi milih daerah itu sendiri, baik dari segi implementasi kebijakan, perencanaan dan pendanaan.

Kelebihan Asas Desentralisasi

Kelebihan asas desentralisasi dalam penyelenggaraannya adalah :

  • Struktur organisasnya merupakan pendelegasian wewenang dan memperingan manajemen pemerintah pusat
  • Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat pemerintah
  • Pemerintah daerah tak perlu menunggu instruksi dari pusat untuk menuntaskan masalah
  • Hubungan antar pemerintah pusat dengan daerah dapat meningkatkan gairah kerja
  • Efisien dalam segala hal
  • Mengurangi biokrasi dalam arti buruk karena keputusan dapat segera dilaksanakan

Kekurangan Asas Desentralisasi

Selain memiliki kelebihan desentralisasi memiliki kekurangan seperti :

  • Besarnya organ pemerintahan sehingga membuat struktur pemerintahan menjadi tambah kompleks dan bisa mengakibatkan lemahnya koordinasi.
  • Keseimbangan dan kesesuaian antara macam-macam kepentingan daerah mudah terganggu.
  • Desentralisasi teritorial mendorong timbulnya paham kedaerahan.
  • Keputusan yang diambil memerlukan waktu yang lama karena biasanya terlalu banyak berunding.
  • Memerlukan biaya yang besar dan sulit untuk memperoleh keseragaman dan kesederhanaan.

Ciri-Ciri Desentralisasi

Menurut Smith (1985) terdapat beberapa ciri-ciri desentralisasi adalah yakni :

  • Terdapat pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk dapat melaksanakan fungsi tertentu dari pemerintahan
  • Terdapat wewenang pemerintah daerah untuk menetapkan dan melaksanakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mengatur dan mengurus kepentingan daerahnya.
  • Terdapat kewenangan dalam menetapkan dan mengatur norma hukum yang berlaku secara umum dan juga yang sifatnya abstrak.
  • Penerima wewenang adalah daerah otonom, dimana fungsi yang diserahkan dapat dirinci atau fungsi yang tersisa.
  • Terdapat kewenangan untuk menetapkan norma hukum yang bersifat individual dan juga konkrit.
  • Daerah otonom berada di luar hirarki organisasi pemerintah pusat.
  • Menunjukkan pada pola hubungan antra organisasi.
  • Terciptanya political variety dan diversity of structur di dalam sistem politik.

Contoh Asas Desentralisasi

Contoh asas desentralisasi adalah Dinas Pendidikan menjadi pengatur bagaimana pola pendidikan yang akan dijalankan.

Pengertian Sentralisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Sentralisasi

Pengertian sentralisasi adalah sebuah penyerahan kekuasaan dan juga wewenang pemerintahan secara penuh kepada pemerintah pusat.

Pemerintah yang dimaksud dalam asas tersebut merupakan Presiden dan Dewan Kabinet. Sedangkan yang dimaksud dengan wewenang adalah kewenangan politik serta kewenangan administrasi.

Kewenangan politik merupakan sebuah kewenangan yang membuat dan juga memutuskan kebijakan, sedangkan yang dimaksud dengan kewenangan administrasi adalah sebuah kewenangan dalam melaksanakan kebijakan.

Kelebihan Asas Sentralisasi

Dibandingkan dengan yang lainnya asas sentralisasi memiliki banyak kelebihan yakni :

  • Totaliterisme penyelenggaraan pendidikan
  • Keseragaman manajemen, sejak dalam aspek perencanaan, pengelolaan, evaluasi, hingga model pengembangan sekolah dan pembelajaran.
  • Keseragaman pola pembudayaan masyarakat
  • Organisasi menjadi lebih ramping dan efisien, karena seluruh aktivitas organisasi terpusat sehingga pengambilan keputusan lebih mudah.
  • Perencanaan dan pengembangan organisasi lebih terintegrasi.
  • Pengurangan redundancies aset dan fasilitas lain, dalam hal ini satu aset dapat dipergunakan secara bersama-sama tanpa harus menyediakan aset yang sama untuk pekerjaan yang berbeda-beda.

Kekurangan Sistem Sentralisasi

Meski memiliki kelebihan, asas sentralisasi memiliki kekurangan diantaranya :

Kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal menjadi lebih lama

Kualitas manusia yang robotic, tanpa inisiatif dan kreatifitas.

Melahirkan suatu pemerintah yang otoriter sehingga tidak mengakui akan hak-hak daerah.

Kekayaan nasional, kekayaan daerah telah dieksploitasi untuk kepentingan segelintir elite politik.

Mematikan kemampuan berinovasi yang tidak sesuai dengan pengembangan suatu masyarakat demokrasi terbuka.

Contoh Sistem Sentralisasi

Contoh sistem sentralisasi adalah :

  • Bagian lembaga keamanan Negara seperti TNI melindungi NKRI dari tiga titik pusat yaitu udara, darat dan laut.
  • Bank Indonesia, yang menjadi pusat dari semua pengaturan kebijakan moneter dan juga fiskal.

Pengertian Dekonsentrasi Menurut Para Ahli

Pengertian Dekonsentrasi

Pengertian dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang administrasi dari suatu pemerintah pusat kepada pejabat daerah. Pelimpahan wewenang hanya sebagai kewenangan administrasi saja, untuk kewenangan politik tetap di tangan pemerintahan pusat. Jadi Dekonsentrasi bisa dikatakan sebagai kombinasi antara sentralisasi dan desentralisasi.

Kelebihan Asas Dekonsentrasi

Dekonsentrasi memiliki kelebihan seperti :

  • Secara politis eksistensi dekonsentrasi akan dapat mengurangi keluhan di daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat.
  • Memungkinkan terjadinya kontak secara langsung antara pemerintah dengan rakyat.
  • Kehadiran perangkat dekonsentrasi di daerah dapat mengamankan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat atau nasional di bidang politik, ekonomi dan administrasi.
  • Dapat menjadi alat yang efektif untuk menjadmin persatuan dan kesatuan nasional.

Kekurangan Asas Dekonsentrasi

Kekurangan asas yang satu ini adalah :

  • Struktur pemerintahan bertambah kompleks sehingga koordinasi semakin sulit.
  • Keseimbangan dan keserasian antara bercamam – macam kepentingan daerah lebih mudah terganggu.
  • Mendorong timbulnya fanatisme daerah.
  • Keputusan yang diambil relative lama.
  • Biaya yang dibutuhkan besar.

Contoh Sistem Dekonsentrasi

Contoh sistem yang menggunakan dekonsentrasi adalah :

  • Presiden melimpahkan semua wewenang ke Gubernur untuk melaksanakan ASEAN GAMES yang akan diselenggarakan di daerahnya.
  • Pelayanan Pajak di Kantor Pajak

Baca juga :

Bagaimana sobat lengkap bukan penjelasan yang telah kami sampaikan ? Semoga informasi yang kami bagikan ini dapat memberikan pencerahan tentan pengertian desentralisasi, sentralisasi dan dekonsentrasi ya 🙂 Sampai jumpa pada artikel yang akan kami sajikan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *