Pengertian Evaporasi, Faktor, Jenis, Prinsip dan Proses Terjadinya !

Pengertian Evaporasi dan Contohnya

Hello sobat jumpa lagi dengan Ilmudefinisi.com, pembahasan kali ini kami akan membahas secara lengkap tentang pengertian evaporasi, faktor, jenis, prinsip dan proses terjadinya !

Pengertian Evaporasi dan Contohnya

Pengertian Evaporasi

Pengertian Evaporasi adalah pengambilan sebagian uap air dengan tujuan untuk meningkatkan konsentrasi padatan dari suatu bahan makanan cair.

Evaporasi disebut juga dengan penguapan atau peristiwa menguapnya air dari permukaan air, tanah, dan bentuk permukaan bukan dari vegetasi lainnya.

Laju evaporasi didefinisikan sebagai perbandingan laju pemindahan panas ke makanan dengan laju pemindahan uap dari makanan.

Pengertian Evaporasi Menurut Para Ahli

Para ahli telah mendefinisikan evaporasi menurut pandangannya masing-masing :

Lakitan (1994)

Pengertian Evaporasi Menurut Lakitan adalah suatu proses penguapan air yang berasal dari permukaan bentangan air atau dari bahan padat yang mengandung air.

Manan dan Suhardianto

Definisi evaporasi menurut Manan dan Suhardianto (1999) adalah perubahan air menjadi uap air.

Robert B. Long (1995)

Definisi Evaporasi menurut Robert B. long (1995) yang menjelaskan bahwa pengertian evaporasi diartikan sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas.

Warren L. Mc Cabe

Pengertian evaporasi menurut Warren L.Mc Cabe (1999) yang mengemukakan bahwa pengertian evaporasi (penguapan) dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair yang dapat mendidih. Panas tersebut dapat disuplai dengan macam-macam cara, baik secara alami dan penambahan steam.

Evaporasi yang didasarkan pada proses pendidihan secara intensif yaitu:

  • Mengkondensasikan uapnya.
  • Pemberian panas ke dalam cairan.
  • Pemisahan uap dari cairan.
  • Pembentukan suatu gelembung-gelumbung (bubbles) akbiat adanya uap.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Evaporasi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Evaporasi

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi evaporasi diantaranya adalah :

Suhu

Walaupun cairan dapat evaporasi di bahwa suhu sekalipun pada titik didihnya. Akan tetapi, prosesnya akan lebih cepah terjadi apabila suhu di sekelilingnya lebih tinggi.

Demikian ini dapat terjadi disebabkan adanya evaporasi yang dapat menyerap kalor laten dari sekelilingnya.

Dengan demikian, semakin hangat suhu yang terdapat disekelilingnya, maka akan semakin banyak pula jumlah kalor yang terserap untuk tujuan mempercepat evaporasi.

Tekanan

Apabila semakin besar tekanan yang dialami, semakin lambat pula evaporasi dapat terjadi. Sehingga pada tetesan air yang terdapat di gelas botol yang terdapat udaranya telah dikosongkan (tekanan udara yang berkurang), maka semakin akan cepat pula terjadi evaporasi.

Sifat Cairan

Maksud dari hal ini adalah cairan dengan titik didih yang terbilang rendah akan terevoporasi lebih cepat dibandingkan dengan ciaran yang memiliki titik didih yang besar.

Contoh dari halini adalah raksa dengan titik didih 357 derajat celcius yang lebih susah terevaporasi dibandingkan dengan eter yang titik didihnya berada 35 derajat celcius.

Gerakan Udara

Pakaian yang lebih cepat kering apabila berada di ruang yang memiliki sirkulasi udara atau pada angin yang lancar, disebabkan dapat membantu pergerakan molekul air. Hal serupa dapat terjadi dengan mengurangi kelembapan udara.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Evaporasi Menurut Para Ahli

Menurut Ward (1967) terdapat beberapa faktor utama yang mempengaruhi evaporasi diantaranya adalah :

Faktor-Faktor Meteorologi

Jika dilihat dari faktor metereologi diantaranya adalah :

  • Radiasi Matahari.
  • Temperatur udara dan permukaan.
  • Kelembaban.
  • Angin.
  • Tekanan Barometer.

Faktor-Faktor Geografi

Menurut faktor geografi :

  • Kualitas air (warna, salinitas dan lain-lain).
  • Jeluk tubuh air.
  • Ukuran dan bentuk permukaan air.

Faktor-faktor lainnya

Sedangkan jika dilihat dari faktor-faktor lainya :

  • Kandungan lengas tanah.
  • Karakteristik kapiler tanah.
  • Jeluk muka air tanah.
  • Warna tanah.
  • Tipe, kerapatan dan tingginya vegetasi.
  • Ketersediaan air (hujan, irigasi dan lain-lain.

Jenis-Jenis Evaporasi

Jenis-Jenis Evaporasi (Penguapan)

Terdapat 3 jenis penguapan dalam Evaporator yakni Submerged combustion evaporator, Direct fired evaporator, dan steam heated evaporator, berikut adalah penjelasannya :

Submerged combustion evaporator

Submerged combustion evaporator yang dipanaskan oleh api yang menyala dibawah permukaan cairan, dimana gas yang panas bergelembung melewati cairan.

Direct fired evaporator

Direct fired evaporator adalah evaporator degan pengapian langsung dimana api dan pembakaran gas dipisahkan dari cairan mendidih lewat dinding besi atau permukaan untuk memanaskan.

Steam heated evaporator

Steam heated evaporator merupakan evaporator dengan pemanasan stero dimanauap atau uap lain yang dapat dikondensasi adalah sumber panas dimana uap terkondesasi di satu sisi dari permukaan pemanas dan panas ditransmisi lewat dinding ke cairan mendidih.

Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah:

1. Evaporator tabung horizontal.

2. Evaporator.vertikal tabung Panjang.

  • Aliran ke atas (film-panjat)
  • Aliran ke bawah (film-jatuh)
  • Sirkulasi paksa

3. Evaporator film aduk

Kelebihan dan Kelemahan Evaporasi

Proses evaporasi ternyata memiliki banyak kelemahan dan juga kelebihan dalam kehidupan sehari-hari seperti :

Kelebihan

  • Mengurangi berat yang dalam artian dapat bermanfaat mengurangi biaya penyimpanan dan transport.
  • Mengawetkan makanan dengan mengurangi kadar air dan meningkatkan kandungan padat (solid content).
  • Menyediakan bentuk makanan yang disukai konsumen.
  • Proses penjemuran baju hingga menjadi kering
  • Proses pengeringan biji padi agar dapat digiling
  • Bersamaan dengan proses pengembunan, evaporasi dapat dimanfaatkan oleh lemari pendingin atau pada kulkas dalam proses pendinginan.
  • Kulit terasa dingin saat menggunakan parfum cair atau kolonyet.
  • Kegiatan pengompresan pada tubuh orang yang sakit.
  • Pengompresan dapat mengakibatkan kalor yang terserap sehingga dapat menyebabkan tubuh orang yang sakit dapat tetap terjaga.
  • Proses pembuatan garam dengan cara menguapkan air dengan bantuan energi matahari dan angin.

Kelemahan atau Kekurangan Evaporasi

Adapun kelemahan metode evaporasi antara lain:

  • Investasi tinggi
  • Potensi korosif (konsentrasi garam meningkat)

Baca juga :

Inilah pengertian evaporasi, faktor, kekurangan, kelebihan dan jenis-jenisnya. Semoga artikel yang telah kami sampaikan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Sampai jumpa pada artikel pendidikan selanjutnya pada esok hari ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *