Pengertian Filsafat Ilmu Menurut Para Ahli dan Ruang Lingkupnya !

Posted on

Pengertian Filsafat Ilmu – Filsafat memiliki banyak sekali cabang, kali ini Ilmudefinisi.com akan membahas tentang Filsafat Ilmu menurut para ahli dan ruang lingkupnya ! Yuk langsung saja kita bahas penjelasan selengkapnya.

Pengertian Filsafat Ilmu Menurut Para Ahli

Pengertian Filsafat

Sebelum membahas lebih lanjut tentang definisi filsafat ilmu, kita uraikan terlebih dahulu tentang definisi filsafat menurt para ahli. 

Aristoteles ( (384 – 322 SM)

Aristoteles menjelaskan tentang kewajiban filsafat, menurutnya kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Sehingga dapat disimpulkan bahwa filsafat ilmu adalah tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.

Cicero ( (106 – 43 SM )

Pengertian filsafat menurt Cicero adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan ).

Driyakarya

Driyakarya memandang filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “.

Harold H. Titus (1979 )

Secara lebih dalam Harold H. Titus menjabarkan filsafat dalam artian :

  • Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi;
  • Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan;
  • Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.

Hasbullah Bakry

Ilmu Filsafat menurut Hasbullah Bakry adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.

Imanuel Kant ( 1724 – 1804 )

Menurut Imanuel Kant pengertian filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan.

  • Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika )
  • Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika )
  • Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama )
  • Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi )

Johann Gotlich Fickte (1762-1814 )

Johann Gotlich Fickte memandang filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.

Notonegoro

Pengertian Filsafat menurut Notonegoro adalah filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat.

Paul Nartorp (1854 – 1924 )

Manurut pandangan Paul Nartorp filsafat dinilai sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .

Plato ( 428 -348 SM )

Plato berpendapat bahwa filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.

Sidi Gazalba

Sidi Gazalba menyatakan bahwa berfilsafat yakni mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.

Pengertian Ilmu

Setelah mengetahui definisi filsafat, mari kita fahami definisi ilmu menurut para ahli. 

Dr. Maurice Bucaille

Ilmu menurt pandangan Dr. Maurice Bucaille adalah kunci untuk mengungkapkan segala hal, baik dalam jangka waktu yang lama maupun sebentar.

M. Izuddin Taufiq

Pengertian Ilmu menurut M. Izuddin Taufiq adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya

NS. Asmadi

Definisi Ilmu adalah sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah)

Poespoprodjo

Poespoprodjo menjelaskan bahwa Ilmu adalah proses perbaikan diri secara bersinambungan yang meliputi perkembangan teori dan uji empiris

Thomas Kuhn

Ilmu berdasarkan pandangan Thomas Kuhn adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, bail dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya.

Pengertian Filsafat Ilmu

Adapun pengertian filsafat ilmu menurut para ahli adalah sebagai berikut :

John Macmurray

John Macmurray menjelaskan bahwa Filsafat ilmu terutama bersangkutan dengan pemeriksaan kritis terhadap pandangan-pandangan umum, prasangka-prasangka alamiah yang terkandung dalam asumsi-asumsi ilmu atau yang berasal dari keasyikan dengan ilmu.

Lewis White Beck

Menurut Lewis White Beck Filsafat ilmu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.

Peter Caws

Definisi filsafat ilmu menurut Peter Caws adalah suatu bagian filsafat yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia

Robert Ackermann

Menurut Robert Ackermann filsafat ilmu  dalam suatu segi adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingn terhadap pendapat-pendapat lampau yang telah dibuktikan atau dalam kerangka ukuran-ukuran yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu demikian bukan suatu cabang yang bebas dari praktek ilmiah senyatanya.

Ruang Lingkup Filsafat Ilmu

Kemudian lebih lanjut dibahas tentang ruang lingkup filsafat ilmu mengacu pada komponen‑komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Berikut penjelasan ruang lingkup filsafat ilmu :

Ontologi ilmu

Ontologi ilmu merupakan ruang lingkup filsafat ilmu yang meliputi apa hakikat ilmu itu, apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah, yang tidak terlepas dari persepsi filsafat tentang apa dan bagai­mana (yang) “Ada” itu (being Sein, het zijn). Paham monisme yang terpecah menjadi idealisme atau spiritualisme, Paham dua­lisme, pluralisme dengan berbagai nuansanya, merupakan paham ontologik yang pada akhimya menentukan pendapat bahkan ke­yakinan kita masing‑masing mengenai apa dan bagaimana (yang) ada sebagaimana manifestasi kebenaran yang kita cari.

Epistemologi ilmu

Yang kedua adalah Epistemologi ilmu yang meliputi sumber, sarana, dan tatacara mengunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan (ilmiah). Perbedaan mengenal pilihan landasan ontologik akan dengan sendirinya mengakibatkan perbedaan dalam menentukan sarana yang akan kita pilih. Akal (Verstand), akal budi (Vernunft) pengalaman, atau komunikasi antara akal dan pengalaman, intuisi, merupakan sarana yang dimaksud dalam epistemologik, sehingga dikenal adanya model‑model epistemologik seperti: rasionalisme, empirisme, kritisisme atau rasionalisme kritis, positivisme, feno­menologi dengan berbagai variasinya. Ditunjukkan pula bagai­mana kelebihan dan kelemahan sesuatu model epistemologik be­serta tolok ukurnya bagi pengetahuan (ilmiah) itu seped teori ko­herensi, korespondesi, pragmatis, dan teori intersubjektif.

Akslologi llmu

Ruang lingkup yang terakhir dari filsafat ilmu meliputi nilal‑nilal (values) yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau ke­nyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan kita yang menjelajahi berbagai kawasan, seperti kawasan sosial, kawasansimbolik atau pun fisik‑material.

Lebih dari itu nilai‑nilai juga ditunjukkan oleh aksiologi ini sebagai suatu conditio sine qua non yang wajib dipatuhi dalam kegiatan kita, baik dalam melakukan penelitian maupun di dalam menerapkan ilmu.

Dalam perkembangannya Filsafat llmu juga mengarahkan pandangannya pada Strategi Pengembangan ilmu, yang menyangkut etik dan heuristik. Bahkan sampal pada dimensi ke­budayaan untuk menangkap tidak saja kegunaan atau keman­faatan ilmu, tetapi juga arti maknanya bagi kehidupan

Baca juga :

Demikian penjelasan tentang Pengertian Filsafat Ilmu beserta Ruang Lingkupnya ! Semoga artikel ini dapat menambah wawasan sobat tentang filsafat terutama cabang filsafat ilmu. Selamat belajar !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *