Pengertian Formulasi Obat, Pestisida dan Jenis-jenisnya TERLENGKAP !

Pengertian Formulasi Obat

Hai sobat, yuk belajar topik biologi tentang pengertian formulasi. Beberapa topik yang akan kami bahas kali ini adalah sebagai berikut :

  • pengertian formulasi obat
  • pengertian formulasi pestisida
  • pengertian formulatif
  • pengertian formulasi kebijakan
  • contoh kalimat dari kata formulasi
  • pengertian formulasi pdf
  • pengertian formulasi strategi
  • pengertian implementasi

Jika sobat sudah penasaran langsung baca penjelasaanya di bawah ini ya 🙂

Pengertian Formulasi Obat

Pengertian Formulasi

Menurut KBBI, pengertian formulasi adalah formulasi/for·mu·la·si/ n perumusan: larutan bahan kimia itu harus digunakan dengan — dan cara pemakaian yang tepat;

Sehingga memformulasikan/mem·for·mu·la·si·kan artinya adalah merumuskan atau menyusun dalam bentuk yang tepat: diharapkan Saudara dapat ~ pikiran-pikiran itu

Dapat dikatakan juga bahwa formulasi adalah perumusan.

Contoh penggunaan kata “formulasi” dalam kalimat :

Larutan bahan kimia itu harus digunakan dengan formulasi dan cara pemakaian yang tepat.

Pengertian Pestisida

Pengertian pestisida adalah substansi kimia (bahan kimia, campuran bahan kimia atau bahan-bahan lain) bersifat racun dan bioaktif yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan berbagai hama, baik insekta, jamur maupun gulma. Pestisida (Inggris = Pesticide) berasal dari kata pest yang berarti organisme pengganggu tanaman (hama) dan cide yang berarti mematikan atau racun.

Pengertian Pestisida Menurut Para Ahli

Pengertian pestisida menurut USEPA (United States Environmental Protection Agency adalah suatu zat atau campuran yang digunakan untuk mencegah, memusnahkan, menolak, atau memusuhi hama dalam bentuk hewan, tanaman dan mikro-organisme pengganggu (Zulkanain, 2010).

The United State Federal Environmental Pesticide Control Act

Definisi pestisida adalah suatu zat yang fungsinya untuk memberantas atau mencegah gangguan OPT diantaranya serangga, binatang pengerat, nematoda, cendawan, gulma, virus, bakteri, jasad renik yang dianggap hama pengganggu tanaman (Kardinan, 2000).

Permentan No. 24 Tahun 2011

Pengertian pestisida menurut Permentan No. 24 Tahun 2011 adalah semua bahan kimia, binatang maupun tumbuhan dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk:

  • Mengendalikan atau memberantas hama-hama dan penyakit yang merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil pertanian.
  • Memberantas rerumputan atau tanaman pengganggu seperti gulma.
  • Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan.
  • Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman.
  • Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan peliharaan dan ternak.
  • Memberantas atau mencegah hama-hama air.
  • Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan binatang-binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah, dan air.
  • Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan, dan alat pengangkutan.

Penamaan Pestisida

Penamaan Pestisida

Dalam penggunaan dan perdagangan, pestisida diidentifikasi dengan tiga macam nama (Nomenklatur), yaitu:

Common name

Nama umum atau yang disebut dengan Common name yakni nama yang telah didaftarkan pada International Standard Organization (ISO). Nama umum biasanya dipakai sebagai nama bahan aktif suatu pestisida.

Chemical Name

Nama kimia merupakan nama dari unsur atau senyawa kimia dari suatu pestisida yang terdaftar pada International Union for Pure dan Applied Chemistry.

Trade Name

Nama dagang atau Trade name merupakan nama dagang dari suatu produk pestisida yang biasanya telah terdaftar dan mendapat semacam paten dari masing-masing Negara .

Formulasi Pestisida

Formulasi sangat menentukan bagaimana pestisida dengan bentuk dan komposisi tertentu harus digunakan, berapa dosis atau takaran yang harus digunakan, berapa frekuensi dan interval penggunaan, serta terhadap jasad sasaran apa pestisida dengan formulasi tersebut dapat digunakan secara efektif. Selain itu, formulasi pestisida juga menentukan aspek keamanan penggunaan pestisida dibuat dan diedarkan. Berikut ini merupakan beberapa macam formulasi pestisida (Djojosumarto, 2008):

Formulasi Padat

Wettable Powder (WP)

Wettable Powder (WP) merupakan sediaan bentuk tepung (ukuran partikel beberapa mikron) dengan kadar bahan aktif relatif tinggi (50 – 80%), yang jika dicampur dengan air akan membentuk suspensi. Pengaplikasian WP biasanya dengan cara disemprotkan.

Soluble Powder (SP)

Soluble Powder (SP), merupakan formulasi berbentuk tepung yang jika dicampur air akan membentuk larutan homogen. Digunakan dengan cara disemprotkan.

Butiran, umumnya merupakan sediaan siap pakai dengan konsentrasi bahan aktif rendah (sekitar 2%). Ukuran butiran bervariasi antara 0,7 – 1 mm. Pestisida butiran umumnya digunakan dengan cara ditaburkan di lapangan (baik secara manual maupun dengan mesin penabur).

Water Dispersible Granule (WG atau WDG)

Water Dispersible Granule (WG atau WDG) merupakan pestisida yang berbentuk butiran tetapi penggunaannya sangat berbeda. Formulasi WDG harus diencerkan terlebih dahulu dengan air dan digunakan dengan cara disemprotkan.

Soluble Granule (SG)

Soluble Granule (SG) merupakan pestisida yang hampir mirip dengan WDG yang juga harus diencerkan dalam air dan digunakan dengan cara disemprotkan. Bedanya, jika dicampur dengan air, SG akan membentuk larutan sempurna.

Tepung Hembus

Tepung Hembus ialah jenis pestisida yang merupakan sediaan siap pakai (tidak perlu dicampur dengan air) berbentuk tepung (ukuran partikel 10 – 30 mikron) dengan konsentrasi bahan aktif rendah (2%) digunakan dengan cara dihembuskan (dusting).

Formulasi Cair

Berikut adalah beberapa pestisida berbentuk cair yakni :

Emulsifiable Concentrate atau Emulsible Concentrate (EC)

Emulsifiable Concentrate atau Emulsible Concentrate (EC), merupakan sediaan berbentuk pekatan (konsentrat) cair dengan kandungan bahan aktif yang cukup tinggi. Oleh karena menggunakan solvent berbasis minyak, konsentrat ini jika dicampur dengan air akan membentuk emulsi (butiran benda cair yang melayang dalam media cair lainnya). Bersama formulasi WP, formulasi EC merupakan formulasi klasik yang paling banyak digunakan saat ini.

Water Soluble Concentrate (WCS)

Water Soluble Concentrate (WCS) merupakan formulasi yang mirip dengan EC, tetapi karena menggunakan sistem solvent berbasis air maka konsentrat ini jika dicampur air tidak membentuk emulsi, melainkan akan membentuk larutan homogen. Umumnya formulasi ini digunakan dengan cara disemprotkan.

Aquaeous Solution (AS)

Aquaeous Solution (AS) merupakan pekatan yang bisa dilarutkan dalam air. Pestisida yang diformulasi dalam bentuk AS umumnya berupa pestisida yang memiliki kelarutan tinggi dalam air. Pestisida yang diformulasi dalam bentuk ini digunakan dengan cara disemprotkan.

Soluble Liquid (SL)

Soluble Liquid (SL) merupakan pekatan cair. Jika dicampur air, pekatan cair ini akan membentuk larutan. Pestisida ini juga digunakan dengan cara disemprotkan.

Ultra Low Volume (ULV)

Ultra Low Volume (ULV), merupakan sediaan khusus untuk penyemprotan dengan volume ultra rendah, yaitu volume semprot antara 1 – 5 liter/hektar. Formulasi ULV umumnya berbasis minyak karena untuk penyemprotan dengan volume ultra rendah digunakan butiran semprot yang sangat halus.

Jenis-jenis Pestisida

Jenis-jenis Pestisida

Jenis Pestisida Berdasarkan Cara Kerjanya

Jenis-jenis pestisida berdasarkan cara kerjanya terbagi ke dalam empat jenis yakni :

Pestisida Kontak

Pestisida Kontak merupakan pestisida yang mempunyai daya bunuh setelah tubuh jasad terkena sasaran.

Contoh Pestisida Kontak :

  • Gramoxone
  • Diazinon
  • Folidol
  • BHC.

Pestisida Fumigan

Pestisida Fumigan merupakan jenis pestisida yang mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran terkena uap atau gas.

Contoh Pestisida Fumigan :

  • Methyl bromide,
  • Gammexane
  • Karbondisulfida.

Petisida Sistemik

Pestisida Sistemik merupakan jenis pestisida yang dapat ditranslokasi melalui tanaman. Hama akan mati apabila menghisap atau memakan jaringan tanaman.

Contoh tisida Sistemik :

  • Furadan
  • Curater
  • Dimecron.

Pestisida Lambung

Pestisida Lambung merupakan pestisida yang mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran memakan pestisida.

Contoh Pestisida Lambung :

  • Parathion
  • Klerat.

Jenis Pestisida Berdasarkan Struktur Kimia

Jika dilihat dari struktur kimianya, pestisida digolongkan ke dalam 3 jenis yakni :

Golongan Organofosfat.

Golongan organofosfat merupakan jenis pestisida yang mengandung unsur-unsur phosphat, carbon,dan hidrogen. Pestisida ini terdiri dari satu gugus atau lebih fosfor yang terkait pada molekul organik. Organophosphat dibuat dari suatu molekul organik yang direaksikan dengan fosforilat. . Di Indonesia yang paling banyak dipakai adalah Diazinon dan Dursband.

Contoh Golongan Organofosfat :

  • Parathion,
  • Malathion
  • Tetra Ethyl Pyro Phosphat (TEPP)

Golongan Karbamat

Karbamat merupakan jenis pestisida yang mengandung gugus karbamat. Contoh pestisida yang mengandung gugus karbamat adalah Sevin, Baygon dan Isolan. Sevin dibuat dari alpha napthol yang dikondensasi dengan fosgen dan direaksikan dengan metilamin.

Golongan Organochlorin

Organochlor merupakan pestisida yang mengandung unsur-unsur karbon, hydrogen dan chlorine. Atom-atom chlor dalam komposisinya terikat pada atom hidrokarbon, misal DDT (Dichloro Diphenil Trichloretane), yang dibuat dengan mengkondensasi klorobenzen dan klorat (trichloro asetal dehida).

Contah Golongan Organochlorin :

  • Aldrin,
  • Chlordane,
  • DDT,
  • Dieldrin,
  • Endosulfan.

Jenis Pestisida Berdasarkan Target Sasaran

Berdasarkan subjek sasarannya pestisida dibedakan menjadi beberapa jenis yakni :

Akarisida

Akarisida merupakan jenis pestisida yang berasal dari kata akari, dalam bahasa Yunani akarisida berarti tungau atau kutu. Akarisida sering juga disebut Mitesida. Fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu. Contohnya Kelthene MF dan Trithion 4 E.

Algasida

Jenis pestisida yang kedua yakni algasida yakni berasal dari kata alga, bahasa latinnya berarti ganggang laut, berfungsi untuk membunuh algae. Contoh Algasida adalah Dimanin.

Alvisida

Alvisida merupakan jenis pestisida yang berfungsi menolak burung. Alvisida sendiri berasal dari kata avis, bahasa latinnya berarti burung, fungsinya sebagai pembunuh atau penolak burung. Contohnya Avitrol untuk burung kakaktua.

Bakterisida

Sesuai dengan namanya bakterisida berasal dari katya latin bacterium, atau kata Yunani bakron, berfungsi untuk membunuh bakteri. Contoh Bakterisida adalah Agrept, Agrimycin, Bacticin, Tetracyclin, dan Trichlorophenol Streptomycin.

Fungsida

Fungisida merupakan jenis pestisida yang berasal dari kata latin fungus, atau kata Yunani spongos yang artinya jamur, berfungsi untuk membunuh jamur atau cendawan. Dapat bersifat fungitoksik (membunuh cendawan) atau fungistatik (menekan pertumbuhan cendawan). Contohnya Benlate, Dithane M-45 80P, Antracol 70 WP, Cupravit OB 21, Delsene MX 200, Dimatan 50 WP.

Herbisida

Herbisida merupakan pestisida yang berfungsi membunuh gulma. Sesuai dengan namanya, herbisida berasal dari kata lain herba, artinya tanaman setahun, berfungsi untuk membunuh gulma. Contohnya Gramoxone, Basta 200 AS, Basfapon 85 SP, Esteron 45 Pg.

Insektisida

Insektisida merupakan istilah yang berasal dari kata latin insectum yang memiliki potongan, keratan segmen tubuh, berfungsi untuk membunuh serangga. Contoh Insectisida adalah Lebaycid, Lirocide 650 EC, Thiodan, Sevin, Sevidan 70 WP,  dan Tamaron.

Molluskisida

Molluskisida merupakan jenis pestisida yang berasal dari kata Yunani molluscus, artinya berselubung tipis atau lembek, berfungsi untuk membunuh siput. Contohnya Morestan, PLP,  dan Brestan 60.

Nematisida

Nematisida ialah jenis pestisida yang berfungsi membunuh nematoda. Nama nematisida sendiri berasal dari kata latin nematoda, atau bahasa Yunani nema berarti benang. Contoh Nematisida diantaranya adalah : Nemacur, Furadan, Basamid G, Temik 10 G, dan Vydate.

Ovisida

Ovisida merupakan jenis pestisida yang memiliki nama unik. Ovisida sendiri berasal dari kata latin ovum berarti telur, berfungsi untuk merusak telur. J. Pedukulisida, berasal dari kata latin pedis, berarti kutu, tuma, berfungsi untuk membunuh kutu atau tuma.

Piscisida

Piscisida merupakan salah satu jenis pestisida berasal dari kata Yunani Piscis, berarti ikan, berfungsi untuk membunuh ikan. Contohnya Sqousin untuk Cypirinidae, Chemish 5 EC.

Predisida

Selanjutnya predisida merupakan istilah yang  berasal dari kata Yunani Praeda berarti pemangsa, berfungsi sebagai pembunuh predator.

Rodentisida

Rodentisida ialah jenis pestisida yang berasal dari kata Yunani rodere, berarti pengerat berfungsi untuk membunuh binatang pengerat. Contohnya Dipachin 110, Klerat RMB, Racumin, Ratikus RB, Ratilan, Ratak, dan Gisorin. N.

Termisida

Termisida berasal dari kata Yunani termes, artinya serangga pelubang kayu berfungsi untuk membunuh rayap. Contohnya Agrolene 26 WP, Chlordane 960 EC, Sevidol 20/20 WP, Lindamul 10 EC, Difusol CB.

Silvisida

Silvisida merupakan jenis pestisida yang berasal dari kata latin silva berarti hutan, berfungsi untuk membunuh pohon atau pembersih pohon.

Larvasida

Larvasida berasal dari kata Yunani lar, berfungsi membunuh ulat (larva). Contohnya Fenthion, Dipel (Thuricide).

Baca juga :

Inilah penjelasan terkai pengertian formulasi, pengertian formulasi pestisida dan juga jenis-jenisnya ! Semoga informasi pendidikan yang telah kami sampaikan ini dapat memberikan pencerahan kepada sobat serta memperluas wawasan sobat seputar pestisida. Sampai jumpa pada artikel Ilmudefinisi.com esok hari