Pengertian Haji dan Umroh TERLENGKAP ! (Syarat, Hukum, Rukun beserta Sunnahnya )

30 views

Hello sobat Ilmudefinisi.com yang di Rahmati Allah SWT. Senang sekali bisa terus menyapa sobat dengan berbagai artikel informatif dan edukatif. Pada kesempatan yang baik ini mimin akan mengajak sobat untuk mengulas mengenai Definisi atau pengertian Haji dan Umroh lengkap dengan syarat, hukum, rukun beserta sunnah haji dan umroh. Bagi sobat yang hendak melaksanakan kedua ibadah ini hendaknya memahami dan menyimak dengan seksama supaya dapat melaksanakan tuntunannya dengan sebenar-benarnya.

Pengertian Haji dan Umroh

Pengertian Haji

Pengertian haji menurut bahasa (etimologi) adalah pergi ke Baitullah (Kakbah) untuk melaksanakan ibadah yang telah ditetapkan atau ditentukan Allah swt.

Pengertian haji secara istilah (terminologi) adalah pergi beribadah ke tanah suci (Mekah), melakukan tawaf, sa’i, dan wukuf di Padang Arafah serta melaksanakan semua ketentuan-ketentuan haji di bulan Zulhijah.

Pengertian umrah menurut bahasa (etimologi) yaitu diambil dari kata “i’tamara” yang artinya berkunjung. Di dalam syariat, umrah artinya adalah berkunjung ke Baitullah (Masjidil Haram) dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dengan memenuhi syarat tertentu yang waktunya tidak ditentukan seperti halnya haji.

Hukum Haji dan Umrah

Hukum dan tuntunan ibadah haji dan umroh ada berdasarkan firman Allah dan Hadist

Surah Ali Imran Ayat 97

Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahin, barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imran: 97).

Hukum Umrah bagi sebagian ulama berpendapat bahwa umrah hukumnya mutahabah artinya baik untuk dilakukan dan tidak diwajibkan. Hadis Nabi Muhammad saw. menyatakan sebagai berikut.

Artinya: Haji adalah fardu sedangkan umrah adalah “tatawwu.” (A1 Hadis)

Tatawwu maksudnya ialah tidak diwajibkan, tetapi baik dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan melakukannya lebih utama daripada meninggalkannya karena tatawwu mempunyai ganjaran pahala.

Syarat Wajib Haji

Terdapat beberapa syarat wajib Haji yakni :

  • Islam
  • Baligh
  • Berakal sehat.
  • Merdeka ( tidak menjadi budak ).
  • Mampu.
  • Ada mahram ( muhrim ) bagi wanita , bagi wanita harus ada suami atau orang yang mendampinginya.

Syarat Sah Haji :

Ibadah haji dapat di nyatakan sah apabila melaksanakan dan memenuhi beberapa hal yakni :

  • Dikerjakan sesuai batas batas waktunya, misalnya miqat zamani (batas waktu pemakaman ibrahim), dan batas waktu wukuf.
  • Melakukan urutan rukun haji tidak boleh dibalik balik.
  • Dipenuhi syarat syaratnya, misalnya syarat thowaf dan sa’i.
  • Dikerjakan di tempat yg telah di tentukan, misalnya tempat wukuf, thawaf, sa’i, melontar jumroh dan hadir di muzdalifah ataupun bermalam di mina.

Rukun Haji

Rukun haji adalah suatu perbuatan yg harus dilaksanakan sekama menunaikan ibadah haji dan apabila ada rukun yg tertinggal, maka ibadah hajinya tidah sah dan tidak dapat di ganti dengan dam serta wajib mengulangi kembali ibadah hajinya pada tahun yang akan datang. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut :

Ihram

ihram adalah niat mengerjakan haji dengan memakai pakaian ihram dan meninggalkan semua yg dilarang atau diharamkan dalam haji.
Wukuf di padang arafah, adalah berhenti di padang arafah pada tanggal 9 zulhijah, yg dimulai dari tergelincirnya matahari (tanggal 9 zulhijah) sampai dengan fahar tanggal 10 zulhijah.

Thawaf

Thawaf, Thawaf memiliki pengertian , mengelilingi ka`bah sebanyak tuju kali dengan syarat syarat sebagai berikut :

  • Suci dari hadas dan najis
  • Menutup aurot
  • Ka`bah berada di sebelah kiri orang yg thawaf.
  • Hitungannya di mulai dari rukun hajar aswad.
  • Kegiatan thawaf di lakukan di dalam masjidil haram.

Jenis-jenis Thawaf

Thawaf dibagi ke dalam beberapa jenis yakni :

  • Thawaf ifadah (thawaf rukun haji).
  • Thawaf qudum, yaitu thawaf yang di lakukan ketika baru pertama kali datang ke tanah suci dan melihat ke ka`bah.
  • Thawaf sunnah, yaitu thawaf yang bisa dilaksanakan kepan saja.
  • Thawaf madzar, yaitu thawaf yang dinazarkan (dijanjikan).
  • Thawaf wada, yaitu thawaf yang dikerjakan ketika hendak meninggalkan tanah suci (saat akan pulang).

Sa’i

Sa`i, yaitu berlari lari kecil dari bukit shafa kebukit marwah dan sebaiknya sebanyak tujuh kali. Syarat syarat sa`i adalah sebagai berikut :

  • Dimulai dari bukit shafa dan diakhiri di bukit marwah.
  • Dikerjakan setelah thawaf, baik thawaf qudum maupun thawaf ifadah.
  • Dikerjakan sebanyak tujuh kali.

Tahalul

Tahalul merupakan kegiatan bercukur atau memotong sebagian rambut kepala.

Tertib atau Urut.

Wajib Haji

Wajib haji adalah amalan amalan dalam ibadah haji yang wajib dikerjakan, tetapi sahnya haji tidak tergantung kepadanya. Jika ia ditinggalkan, hajinya tetap sah dengan cara menggantikannya dengan dam (bayar denda). Wajib haji ada tujuh, yaitu :

  • Berihram sesuai miqatnya.
  • Bermalam muzdalifah.
  • Bermalam(mabit) di mina.
  • Melontarkan Jumroh aqobah.
  • Melontarkan jumroh Ula, Wustho dan aqabah.
  • Menjauhkan diri dari hal hal yang dilarang dalam ihram.
  • Thawaf wada.

Sunnah Haji

Sunnah haji merupakan kegiatan yang dianjurkan dilaksanakan oleh orang yang beribadah haji. Terdapat beberapa sunnah dalam Ibadah Haji diantaranya adalah :

  • Mengerjakan haji dengan cara ifrad.
  • Membaca talbiyah mulai sejak ihram sampai dengan melempar jumrah aqabah pada tanggal 10 zulhijah.
  • Membaca doa setelah membaca doa talbiyah.
  • Thawaf qudum, yaitu thawaf pada saat pertama kali datang di kota mekah al-muqaramah.
  • Menunaikan sholat sunnah dua rekaat setelah selesai thawaf qudum.
  • Mencium hajar aswad.

Larangan-Larangan Ibadah Haji

Dalam melaksanakan ibadah haji ada beberapa larangan yang tidak boleh dilanggar dan apabila dilanggar akan terkena dam (denda). Larangan larangan yang tidak boleh dilakukan oleh jama`ah haji itu adalah sebagai berikut :

Larangan Bagi Pria

Berikut adalah beberapa larangan pada laki-laki ketika sedang melakukan ibadah haji

  • Memakai pakaian berjahit selama dalam ihram. Jamaah haji hanya boleh pria hanya boleh memakai kain putih yang tidak berjahit.
  • Memakai tutup kepada sawaktu dalam ihram.
  • Memakai sepatu yang menutupi mata kaki sewaktu dalam masa ihram.

Larangan Bagi Wanita

  • Memakai tutup muka.
  • Memakai sarung tangan.

Larangan Bagi Jamaah Pria Dan Wanita

Larangan bagi jamaah haji baik pria maupun wanita adalah :

  • Memotong dan mencabut kuku.
  • Memotong atau mencabut rambut kepala, mencabut bulu badan lainnya, menyisir rambut kepala, dan sebagainya.
  • Memakai harum haruman pada badan, pakaian maupun rambut kecuali yang dipakai sebelum ihram.
  • Memburu atau membunuh binatang darat dengan cara apapun ketika dalam ihram.
  • Mengadakan perkawinan, mengawinkan orang liana atau menjadi wakil dalam akad nikah atau melamar.
  • Bercumbu rayu dengan syahwat atau bersenggama. Orang yang melakukan hubungan suami istri sebelum tahalul maka hajinya batal.
  • Mencacimaki, mengumpat, bertengkar, mengucapkan kata kata kotor, dll.
  • Memotong atau menebang pohon atau mencabut segala macam yang tumbuh di tanah suci.
  • Larangan larangan tersebut harus di perhatikan barang siapa yang melanggarnya maka kepadanya digunakan dam denda).

Dam (denda) Dalam Haji

Ditinjau dari segi etimologi, dam artinya yaitu darah sedangkan menurut terminology atau istilah dam artinya adalah mengalirkan darah atau menyembelih hewan terrnak sebagai tebusan atas pelanggaran yang dilakukan.

Macam – Macam Haji

Di dalam melaksanakan ibadah haji terdapat 3 macam cara pelaksanaannya yakni :

Haji Ifrad

Haji ifrad merupakan ibadah haji yang dikerjakan dengan cara melaksanakan haji terlebih dahulu, kemudian baru melaksanakan umroh, jadi dalam hal ini kita dua kali melakukan ihram, yaitu dari miqat untuk haji dan ihram lagi dari miqat untuk umrah serta melaksanakan seluruh pekerjaan umrah. Semua ini dekerjakan setelah ibadah haji.

Haji Tammatu’

Haji tammatu adalah cara melaksanakan haji dengan mengerjakan umrah terlebih dahu pada bulan bulan haji dan setelah selesai barulah mengerjakan haji.

Haji Qiran

Haji Qiran adalah mengerjakan ibadah haji dan umroh secara bersama sama, jadi dalm hal ini melakukan ihram dari miqat dengan niat untuk haji sekaligus umroh.

Tata Urutan Pelaksanaan Ibadah Haji

Urutan pelaksanaan haji antara lain :

  • Ihram.
  • Wukuf di arafah.
  • Mabit di Muzdalifah.
  • Melontarkan jumroh aqobah.
  • Thawaf Ifadah.
  • Mengerjakan sa`i.
  • Tahallul.
  • Bermalam (mabit) di Mina.
  • Thawaf Wadaa`.
  • Umrah

Pengertian Umrah dan Rukunya

Pengertian Umrah Menurut Bahasa

Pengertian Umrah menurut bahasa umrah adalah ziarah atau berkunjung.

Pengertian Umrah Menurut Istilah

Pengertian Umrah menurut istilah adalah melakukan ziarah ke Baitulloh (ka`bah) di tanah suci dengan niat karena Allah Swat dengan syarat dan rukun tertentu. Melaksanakan umrah hukumnya adalah sunnah. Firman Allah Swt yang artinya “sempurnakan lah olehmu haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al- Baqarah).

Syarat-syarat Umrah

Syarat umrah ada dua yaitu syarat wajib dan syarat sah.

Syarat Wajib Umrah

  • Islam
  • Balig
  • Berakal sehat
  • Merdeka
  • Mampu.

Syarat Sah Umrah

  • Islam.
  • Balig.
  • Berakal.
  • Merdeka.

Rukun dan Wajib Umrah

Terdapat 5 rukun umrah yang harus dipenuhi yakni :

  • Ihram.
  • Thawaf yaitu mengelilingi ka`bah 7 kali dengan niat thawaf umrah.
  • Sa`i.
  • Tahalul.
  • Tertib.

Wajib Umrah

  • Ihram di Miqat.
  • Meninggalkan segala larangan umrah sebagaimana larangan haji.

Tata Urutan Pelaksanaan Umrah

Umrah merupakan rangkaian kegiatan ibadah haji, umrah sering disebut haji kecil, sedangkan haji disebut dengan haji arafah.

Adapun tata urutan mengerjakan umrah yakni :

  • Ihram disertai niat umrah di dalam hati, semata mata mengharapkan ridha Allah Swt.
  • Kemudian maasuk kedalam masjidil haram untuk melakukan thawaf sebanyak 7 kali (sama seperti pada haji).
  • Selesai thawaf dilanjutkan sa`i antara bukit safa dan bukit marwah.
  • Selesai sa`i kemudian tahalul dan seterusnya seperti pada pelaksanaan haji.

Miqat Umrah

Seperti halnya dalam ibadah haji, maka dalam ibadah umrah pun terdapat iqat mukani yang pada prinsipnya sam dengan miqat haji, untuk zamani umrah tidak ada (sepanjang masa).

Larangan Dalam Ibadah Umrah

Untuk larangan dalam ibadah umrah sama dengan larangan larangan dalam ibadah haji.

Baca juga :

Demikianlah penjelasan tentang pengertian haji dan umroh lengkap dengan syarat, rukun hingga tata pelaksanaannya. Semoga apa yang sudah kami bagikan dalam website ini dapat bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *