Pengertian Imsak Dalam Berpuasa Ramadhan dan Sunnah (LENGKAP!)

Pengertian Imsak Menurut Islam

Selamat pagi sobat. selamat menunaikan ibadah puasa. Dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini sudah seharusnya kita menjalankan perintah ALLAH SWT.

Diantara perintahnya yang wajib adalah Puasa. Salah satu istilah yang sering kita dengar dalam ibadah puasa yakni istilah imsak. Banyak orang yang masih belum tau mengenai pengertan imsak.

Berikut beberapa pertanyaan seputar imsak diantaranya adalah bagaimana pengertian imsak menurut islam, jelaskan yang dimaksud dengan waktu imsak, imsak artinya brainly, ketentuan imsak, imsak hari ini, hakikat imsak, kegiatan membatalkan puasa ketika matahari sudah terbenam dinamakan, artian imsak ada dua. Karena masih banyak yang salah kaprah tentang pengertian imsak oleh sebab itu Ilmudefinisi.com akan mengulas secara detail dan terperinci tentang materi tersebut.

Pengertian Imsak Menurut Islam

Pengertian Imsak

Istilah imsak berasal dari kata amsaka yumsiku imsak yang berarti menahan. Istialah ini diambil dari bahasa arab yang artinya menahan. Secara umum imsak artinya adalah ketika seseorang harus memulai untuk berhenti makan sahur agar tidak terlewat hingga masuk subuh.

Imsak bukan waktu dimulainya puasa. Oleh karena itu pada waktu imsak masih diperbolehkan makan dan minum. Waktu dimulainya puasa adalah ketika fajar hingga terbenamnya matahari yakni mulai dari adzan subuh hingga berkumandangnya adzan magrib.

Waktu Imsak

Menurut Habib Hasan bin Ahmad bin Saalim al-Kaaf dalam “at-Taqriiraat as-Sadiidah fil Masaa-ilil Mufiidah” pada halaman 444 yang isinya

”Dan memuai imsak (menahan diri) dari makan dan minum (yakni bersahur) itu adalah mandub (disunnatkan) sebelum fajar, kira-kira sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat (sekitar seperempat jam)”.

Ketentuan waktu imsak sebagai ihtiyath (kehati-hatian) ini didasarkan hadits Rasul yang diriwayatkan dari Sayyidina Anas:

Sayyidina Zaid bin Tsabit r.a.

“Kami telah makan sahur bersama-sama Junjungan Nabi Saw., kemudian baginda bangun mengerjakan shalat. Sayyidina Anas bertanya kepada Sayyidina Zaid:- “Berapa lamanya antara azan (Subuh) dengan waktu makan sahur itu ?” Dia menjawab: “sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat.”

Sehingga kemudian waktu imsak diperkirakan sekitar 10 hingga 15 menit sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat.

Kemudian Imam Ibnu Hajar mendefinisikan imsak

Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani

“Maka disamakan oleh Zaid bin Tsabit waktu yang demikian itu dengan ukuran pembacaan al-Quran sebagai isyarat bahwa waktu tersebut (yakni waktu senggang antara selesai sahur dan azan) adalah waktu untuk ibadah membaca al-Quran.”

Pendapat Para Ahli Mengenai Waktu Imsak dan Subuh

Berikut beberapa pandangan para ahli terkait pengertian imsak dan waktu dimulainya puasa

Imam Al-Mawardi dalam kitab Iqna’

وزمان الصّيام من طُلُوع الْفجْر الثَّانِي إِلَى غرُوب الشَّمْس لَكِن عَلَيْهِ تَقْدِيم الامساك يَسِيرا قبل طُلُوع الْفجْر وَتَأْخِير (الْفطر) يَسِيرا بعد غرُوب الشَّمْس ليصير مُسْتَوْفيا لامساكمَا بَينهمَا

“Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi (akan lebih baik bila) orang yang berpuasa melakukan imsak (menghentikan makan dan minum) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda berbuka sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak (menahan diri dari yang membatalkan puasa) di antara keduanya.” (lihat Ali bin Muhammad Al-Mawardi, Al-Iqnaa’ [Teheran: Dar Ihsan, 1420 H] hal. 74)

Dr. Musthafa al-Khin dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji

والصيام شرعاً: إمساك عن المفطرات، من طلوع الفجر إلى غروب الشمس مع النية.

“Puasa menurut syara’ adalah menahan diri dari apa-apa yang membatalkan dari terbitnya fajar sampai dengan tenggelamnya matahari disertai dengan niat.” Musthafa al-Khin dkk, Al-Fiqh Al-Manhaji fil Fiqh As-Syafi’i [Damaskus: Darul Qalam, 1992], juz 2, hal. 73)

Sirojudin Al-Bulqini

السابعُ: استغراق الإمساكِ عما ذُكرَ لجميع اليومِ مِن طُلوعِ الفجرِ إلى غُروبِ الشمسِ.

“Yang ketujuh (dari hal-hal yang perlu diperhatikan) adalah menahan diri secara menyeluruh dari apa-apa (yang membatalkan puasa) yang telah disebut sepanjang hari dari tebitnya fajar sampai tenggelamnya matahari..” (Sirojudin al-Bulqini, Al-Tadrib [Riyad: Darul Qiblatain, 2012], juz 1, hal. 343)

Baca juga :

Demikian penjelasan tentang pengertian imsak dan waktu dimulainya puasa. Semoga setelah sobat membaca artikel ini sobat dapat mengerti definisi imsak dan kapan waktu dimulainya puasa. Simak terus Ilmudefinisi.com yang akan terus menyajikan informasi penting esok hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *