Pengertian Makar Beserta Contohnya (LENGKAP !)

Pengertian Makar

Definisi makar atau pengertian makar saat ini tengah menjadi trending topik dalam dunia politik dan kewarganegaraan. Sudah tahukah anda mengenai pengertian makar ? Jika belum kami akan membahasnya secara khusus untuk sobat mengenai definisi makar secara etimologi, definisi makar menurut para ahli dan juga contoh tindakan makar di Indonesia.

Yuk langsung saja kita bahas selengkapnya 🙂

Pengertian Makar Secara Etimologi

Pengertian Makar

Pengertian Makar Secara Etimologi adalah serangan.  Istilah makar diambil dari bahasa Belanda dari kata “Aanslag” yang artinya adalah serangan. Sedangkan bentuk lain dari “Aanslag” adalah “Aanval” yang artinya adalah suatu penyerangan dengan maksud tidak baik. Kalau diartikan ke bahasa Belanda yaitu Misdadige aaranding.

Pengertian Makar Secara Umum

Pengertian Makar secara umum adalah suatu perbuatan yang membuat pemerintah tidak bisa menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai dengan Undang-Undang. Perbuatan Makar dalam Pasal 107 KUHP terdiri dari empat jenis yaitu:

  • Makar terhadap Pemerintah
  • Makar pada wilayah
  • Makar terhadap ideologi
  • Makar terhadap Presiden atau Kepala Negara.
  • Pengertian makar selain diatas yaitu perbuatan pidana yang masuk dalam kejahatan yang dalam pandangan hukum Islam dinamakan dengan jarimah atau janiyat, yakni berbagai larangan hukum yang diberi Allah SWT.

Dimana jika terjadi pelanggaran akan berakibat pada hukum yang ditentukanNya. Secara sederhana Makar adalah suatu perbuatan jahat yang dilarang oleh syariat Islam (Makar dalam Islam).

Pengertian Makar Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian makar adalah

  • akal busuk; tipu muslihat: segala — nya itu sudah diketahui lawannya;
  • perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dan sebagainya: karena — menghilangkan nyawa seseorang, ia dihukum; 
  • perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah: ia dituduh melakukan

Pengertian Makar Menurut KUHP

Pengertian Makar Menurut KUHP

Menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana pasal 104, 105 dan 107 definisi makar adalah suatu kejahatan yang bisa menyebabkan keamanan negara terganggu, seperti makar yang dilakukan kepada presiden dan wakil presiden, wilayah negara, dan pemerintah.

KUHP pasal 106 dan 107

Menurut Kitab undang-undang hukum pidana ( KUHP ) pasal 106 diterangkan tentang makar yang berkaitan dengan wilayah suatu negara. Usaha untuk pengambilalihan sebagian atau seluruh wilayah suatu negara dan menjadikannya dibawah pemerintah asing atau pemisahan sebagian wilayah telah termasuk dalam perbuatan makar.

Kemudian dijelaskan pula pada pasal 107 diterangkan tentang makar yang dilakukan dengan cara melakukan penggulingan pemerintahan yang sah. Perbuatan ini bisa dikenakan sanksi hukum masksimal 15 tahun penjara. Lalu pimpinan makar bisa dihukum pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Pengertian Makar dalam Pasal 87 KUHP

Berikut ini bunyi pasal 87 KUHP tentang makan, “Dikatakan ada makar untuk melakukan suatu perbuatan, apabila niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, seperti dimaksud dalam pasal 53 KUHP”.

Ciri Ciri Makar

Menurut Direktur Pusat Politik dan Sosiologi (Puspol), Ubedillah Badrun, menyebutkan ada 3 ciri tindakan yang dapat disebut makan, diantaranya :

  • Haruslah memiliki senjata yang cukup untuk melawan kekuatan militer pro penguasa
  • Memiliki dukungan yang luas dari faksi militer dan kekuatan politik masyarakat
  • Memiliki kekuatan finansial besar melebihi kekuatan finansial pro penguasa

Contoh Makar

Berikut adalah beberapa contoh kegiatan makar yang telah terjadi di Indonesia :

  • Kasus makar Firza Husein yang melibatkan Tommy Soeharto.
  • Daniel Maukar yang melakukan serangan ke Istana Negara yang ditujukan kepada Bung Karno.
  • Kasus gerakan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yakni serangan yang terjadi di Aceh karena ingin merdeka dan lepas dari NKRI.
  • Kasus RMS (Republik Maluku Selatan), OPM (Organisasi Papua Merdeka) juga dianggap sebagai kasus makar yang pernah terjadi di Indonesia.

Perbedaan Makar dan Kudeta

Makar atau kudeta pada dasarnya sebuah istilah yang dapat digunakan secara bergantian.

Namun secara umum, makar merujuk pada istilah hukum sementara kudeta lebih merujuk pada istilah politik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Makar adalah perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah.

Sedangkan Kudeta adalah perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa.

Baca juga :

Demikian penjelasan tentang pengertian makar secara umum dan pengertian makar menurut para ahli. Semoga artikel yang kami bagikan ini bermafaat bagi para pembaca. Sampai jumpa lagi di Ilmudefinisi.com 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *