Pengertian Sistem Zonasi PPDB Pada Sekolah, Syarat dan Kekurangannya (LENGKAP!)

Pengertian Sistem Zonasi Sekolah

Penerapan sistem zonasi dalam sekolah nampaknya diterima dengan negatif oleh para orang tua siswa. Pasalnya sistem yang satu ini dinilai merugikan banyak pihak. Selain karena persiapan pemerintah yang terkesan belum siap serta kurangnya fasilitas pada sekolah itu sendiri.

Oleh karena itu sistem zonasi yang mengharuskan siswa memilih sekolah di dekat rumah bukan menjadi solusi yang tepat dalam dunia pendidikan. Bagi siswa yang berprestasi tentunya sangat dirugikan oleh sistem ini karena mereka tidak dapat memilih sekolah favorit yang mereka inginkan. Akan sangat disayangkan apabila siswa berprestasi justru bersekolah di sekolahan yang kurang memadahi.

Tak heran apabila kata kunci atau keyword pengertian sistem zonasi ppdb, pengertian zonasi sekolah, apa itu sistem zonasi sekolah, sistem zonasi sekolah adalah, sistem zonasi ppdb adalah, sistem zonasi ppdb 2019, zonasi afirmasi adalah dan apa itu jalur non zonasi menjadi trending topik di dunia maya.

Pengertian Sistem Zonasi Sekolah

Pengertian Sistem Zonasi Sekolah

Pengertian sistem zonasi adalah suatu sistem penerimaan siswa baru yang didasarkan pada zona wilayah tempat tinggal.

Peraturan Zonasi Sekolah Menurut PPDB

Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah (pemda) wajib menerima calon peserta didik berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah dengan kuota paling sedikit 90% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

Domisili calon peserta didik yang termasuk dalam zonasi sekolah didasarkan alamat pada kartu keluarga (KK) yang diterbitkan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

Radius zona terdekat dalam sistem zonasi ditetapkan oleh pemda sesuai dengan kondisi di daerah tersebut dengan memperhatikan ketersediaan anak usia sekolah di daerah tersebut; dan jumlah ketersediaan daya tampung sekolah.

Penetapan radius zona pada sistem zonasi ditentukan oleh pemda dengan melibatkan musyawarah/kelompok kerja kepala sekolah.

Bagi sekolah yang berada di daerah perbatasan provinsi/kabupaten/kota, ketentuan persentase penerimaan siswa dan radius zona terdekat dapat ditetapkan melalui kesepakatan tertulis antar pemerintah daerah yang saling berbatasan.

  • Calon siswa di luar zonasi dapat diterima melalui beberapa cara yakni:
    1. Melalui jalur prestasi dengan kuota paling banyak 5% (lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.
    2. Alasan perpindahan domisili orangtua/wali atau alasan terjadi bencana alam/sosial dengan paling banyak 5% (lima persen) dari total keseluruhan siswa yang diterima.
  • Sistem zonasi menjadi prioritas utama atau terpenting dalam PPDB jenjang SMP dan SMA. Setelah seleksi zonasi baru kemudian dipertimbangkan hasil seleksi ujian tingkat SD atau hasil ujian nasional SMP untuk tingkat SMA.
  • Untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar, sistem zonasi menjadi pertimbangan seleksi tahap kedua setelah faktor minimum usia masuk sekolah sudah terpenuhi. Sedangkan bagi SMK sama sekali tidak terikat mengikuti sistem zonasi.

Kekurangan Sistem Zonasi Dalam Pendidikan

Terdapat banyak kekurangan dari sistem zonasi ini diantaranya :

  • Tidak semua wilayah zonasi memiliki sekolah favorit dan sekolah negeri
  • Karena didasarkan pada zona wilayah, sistem ini dinilai dapat menyebabkan siswa menjadi kurang sosialisasi.
  • Melanggar hak anak
  • Tidak semua daerah dapat melakukan sistem zonasi dengan benar, banyak sekolah yang memiliki cara sendiri.

Persyaratan PPDB 2019

Syarat PPDB yang harus dipenuhi oleh calon siswa diantaranya adalah identitas, foto, isi data zonasi, data calon siswa, materai dan ijazah atau STTB.

Sementara untuk PPDB SMA dan SMK, syarat tambahan adalah SHUN SMP. Satu hal yang perlu diketahui adalah, hasil UN bukanlah syarat seleksi untuk jalur zonasi dan perpindahan orangtua/wali.

Tujuan Zonasi Sekolah

Menurut Sesjen Kemendikbud setidaknya ada 3 tujuan zonasi sekolah, antara lain :

1. Pemerataan Kualitas Pendidikan

Zonasi merupakan suat kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan pemerataan kualitas pendidikan di sebluruh Tanah Air. Sistem ini difokuskan pada daerah yang belum memiliki sekolah berkualitas.

2. Menciptakan Banyak Sekolah Favorit

Dengan adanya zonasi diharapkan sekolah favorit ada di setiap daerah, bukan hanya di tempat-tempat tertentu.

3. Peningkatan Kualitas Guru

Sesjen Kemendikbud, Didik Suhardi juga menyampaikan “Makanya diperlukan program intervensi. Intervensi bisa dalam bentuk program peningkatan kualitas guru, peningkatan sarana prasarana, perbaikan proses belajar mengajar, perbaikan kegiatan kesiswaan, dan lain-lain,”.

Harus ada intervensi terhadap sekolah-sekolah, yakni sekolah mana saja yang sudah mendekati Standar Nasional Pendidikan (SNP). “Dan itu yang akan diintervensi sehingga ada sekolah bagus di setiap zona,” tuturnya. Sumber : Kompas

Baca juga :

Demikian penjelasan tentang pengertian sistem zonasi, syarat, dan kekurangannya. Semoga informasi yang telah Ilmudefinisi bagikan ini bermanfat bagi kita semua 🙂