Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi dan Contohnya !

Posted on

Ilmudefinisi.com – Setelah melakukan observasi, biasanya peneliti diminta untuk membuat laporan hasil observasi tersebut. Observasi tersebut dapat berupa pengamatan atau observasi tumbuhan, lingkungan alam dan lain sebagainya. Untuk itu sobat yang akan melakukan penelitian tak perlu bingung karena kami akan memberikan contoh dan penjabaran tentang pengertian teks hasil observasi. 

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi tentang penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan atau observasi. Teks laporan observasi dapat disebut juga dengan istilah teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu.

Ciri-ciri Teks Observasi

Teks observasi memiliki ciri-ciri yang unik yakni : 

  • Menggambarkan ciri, bentuk, atau sifat umum. Contohnya benda, hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan, atau tentang alam.
  • Bersifat factual yakni didasarkan pada fakta yang telah diteliti.
  • Bersifat objektif, global, dan juga universal.
  • Objek yang akan dibahas merupakan objek tunggal.
  • Penulisan harus lengkap, terperinci dan sempurna.
  • Informasi teks hasil observasi adalah hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
  • Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang maupun yang tidak tepat.
  • Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.

Tujuan Teks Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi memiliki beberapa tujuan yakni :

  • Mengatasi suatu masalah atau persoalan
  • Guna menemukan teknik atau cara terbaru.
  • Dapat mengambil keputusan yang lebih efektif.
  • Dapat melakukan pengawasan dan/atau perbaikan.
  • Mengetahui perkembangan suatu permasalahan.

Fungsi Teks Hasil Observasi

Setelah kita menilik tujuan teks hasil observasi, mari kita simak fungsi dari teks hasil observasi bagi kehidupan. Berikut penjelasanya :

  • Teks laporan observasi melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan.
  • Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan.
  • Sebagai sarana untuk pendokumentasian.
  • Sebagai sumber informasi terpercaya.

Sifat dan Karakteristik Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan memiliki beberapa sifat dan karakteristik yakni :

  • Bersifat Informatif.
  • Bersifat Komunikatif.
  • Bersifat Objektif.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Teks Laporan Hasil Observasi memiliki 2 pilar / struktur pembentuk yakni pernyataan umum atau yang disebut dengan klasifikasi dan anggota atau aspek yang dilaporkan. Berikut penjelasannya : 

Pernyataan umum (klasifikasi)

Pernyataan umum atau klasifikasi merupakan pembuka atau pengantar mengenai hal yang dilaporkan. Pada tahap ini akan disampaikan bahwa benda-benda di dunia bisa diklasifikasikan berdasarkan kriteria persamaan dan perbedaan.

Anggota/aspek yang dilaporkan

Aspek yang dilaporkan merupakan bahasan atau rincian tentang objek yang diamati.

Struktur pendukung :

Terdapat beberapa struktur pendukung atau struktur lain dalam teks observasi yakni definisi umum, definisi bagian, definisi manfaat, penutup.

Definisi Umum

Definisi Umum adalah pembukaan yang berisi pengertian mengenai sesuatu yang dibahas didam teks.

Definisi Bagian

Definisi Bagian adalah bagian yang berisi ide pokok dari setiap paragraf (penjelasan rinci).

Definisi Manfaat

Definisi Manfaat adalah bagian yang menjelaskan manfaat dari sesuatu yang dilaporkan

Penutup

Penutup adalah bagian rincian akhir dari teks.

Ciri Bahasa Teks Laporan Hasil Observasi

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks ini adalah :

  • Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.
  • Menggunakan kata verba relasional, Contonya : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain
  • Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, Contohnya : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.
  • Menggunakan kata penghubung yang menyatakan tambahan (dan, serta), perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya), pertentangan (tetapi, sedangkan, namun), pilihan (atau).
  • Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf.
  • Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, Contohnya : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain.

Bagaimana Langkah Menyusun Teks LHO (Laporan Hasil Observasi)?

Untuk dapat membuat LHO atau Laporan Hasil Observasi dengan benar sobat harus memperhatikan langkah-langkah dibawah ini :

Membuat judul laporan. Judul laporan harus sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.

Membuat kerangka teks yang condong ke pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.

Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi. Setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah berikutnya yaitu menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan

Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika ada kalimat janggal atau salah penulisan, segera perbaiki kembali.

Syarat-syarat Teks Laporan Hasil Observasi

Simak syarat-syarat yang benar dalam membuat teks laporan hasil observasi :

  • Mempunyai susunan struktur teks yang urut dan lengkap.
  • Dalam struktur teks tidak mempunyai kesimpulan/penutup.
  • Di dalam teks tidak ada opini dari penulis.
  • Teks menjelaskan sebuah informasi berdasarkan fakta.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Bunga Bangkai

Bunga bangkai memiliki nama latin rafflesia arnoldy dan memiliki ukuran yang lebih besar serta mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. Bau yang menyengat ini berperan penting sebagai perlindungan dan berfungsi sebagai penarik perhatian serangga seperti lalat dan kumbang untuk membantu proses penyerbukan.

Bunga bangkai berhabitat asli di hutan sumtera. Akan tetapi saat ini mulai di konservasikan di banyak tempat seperti di Taman Hutan Raya Ir. Djuanda Bandung. Dalam perkembangannya bunga ini mampu menjulang tinggi sampai pada ketinggi 4 meter.

Pada saat bunga ini mekar, bagian pada kelopak luarnya akan berwarna putih sedangkan mahkotanya berwarna merah tua keunguan.

Meski ukurannya cukup besar dan terlihat sangat kokoh, bunga ini hanya mampu bertahan selama 7 hari dan kemudian akan mati. Oleh karena itu, tumbuhan ini di kategorikan sebagai tumbuhan langka.

Baca juga :

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Sampai jumpa esok hari 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *